Sabtu, 26 Desember 2009

Ngomongin Masalah Adek

Wah,,, ngomongin yang satu ini sebenernya ngebuat gue sebagai penulis rada-rada gemanaaa geto waktu nulisnya. Cuman yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan sayang banget kalau gag disebarluaskan, betul tidak?
Mitos mengatakan, “Adek” yang bikin cewe puas adalah “Adek” yang besar, benar? Ternyata salah. Menurut Dokter Nugroho Setiawan, “Adek” yang baik adalah “Adek” yang bisa bertahan lama, dan tidak cepat muntah. Sedangkan “Adek” yang besar malah bisa jadi membuat lawan main kita kesakitan dan malah tidak dapat mencapai titik orgasme. (Ampun deh semakin gue nulis semakin jijik rasanya).
“Adek” yang baik adalah “Adek” yang mempunyai buah pelir yang bergantung, bentuknya berlekuk-lekuk, warna kulitnya lebih hitam dari warna kulit dibagian tubuh yang lain (silahkan cek barang anda sekarang juga).
Sekarang mari kita bahas masalah yang berhubungan dengan “Adek”. Salah satu masalah yang paling ditakutkan sehubungan dengan si “Adek” ini adalah masalah Disfungsi Ereksi, atau permasalahan yang menyangkut dengan reproduksi (silahkan baca buku biologi untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai reproduksi).
Disfungsi ereksi menurut WHO adalah keadaan di mana ereksi tidak bisa dicapai atau dipertahankan sampai koitus selesai selama 3 bulan. Definisi versi WHO itu tidak menjelaskan apakkah gangguan ereksi dialami oleh seseorang terus-menerus atau kadang-kadang. Secara normal ereksi akan terjadi pada kejadian atau aktivitas seksual seperti di bawah ini :
1. Saat melakukan kontak seksual, bercumbu dengan pasangan misalnya berciuman, berpelukan dan terutama bila penis dirangsang oleh pasangan seharusnya penis akan ereksi cukup keras dan cukup cepat,
2. Sesudah penis ereksi pada saat bercumbu, suami akan melakukan penetrasi ke vagina. Ereksi penis berlangsung terus sampai berhasil menembus vagina, dan
3. Sesudah penetrasi, penis ditarik dan didorong di dalam vagina berulang-ulang. Selama itu, diharapkan penis akan tetap ereksi sampai ejakulasi. Sesudah ejakulasi, barulah ereksi menurun secara perlahan-lahan.
Bila penis sering gagal mencapai ereksi dalam ketiga tahap di atas dalam jangka waktu tertentu berarti telah terjadi disfungsi ereksi.

Hal yang menyebabkannya adalah :
pola hidup yang salah (idup gaya kalong, malem jadi siang, siang jadi malem),
nikotin (peringatan pemerintah, merokok dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan janin),
kurang istirahat (kerja boleh sih boleh, tapi ingat dong ama badan)
dan makanan yang tidak seimbang (makan sembarangan, besi, paku genteng juga diembat kalo laper)
serta kehidupan yang perfeksionis (semua-semua harus yang terbaik, hingga menimbulkan beban pikiran apabila ada hal yang kurang sedikit)

maka untuk menjaga “adek” kita agar tidak mengalami disfungsi ereksi seperti yang telah didepinisikan oleh WHO, maka kita harus, “BANYAK-BANYAK BERDOA KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar